About Aping

Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Friday, 4 January 2019

Pakai koteka perdana, merayakan Natal HIMAPA Aceh sumatera

foto bersama Adik Agus Tebai, Mahasiswa kompass yang pakai koteka perdana, di Sumatera.
      Natal merupakan hari raya yang dirayakan bagi umat kristiani sebagai hari kelahirang Sang penyelamat. Pada hari raya Natal tahun 2018 lalu, perwakilan Keluarga besar IMP SUMUT berangkat ke Kota Bengkulu untuk mengikuti Natal Komunitas Mahasiswa Papua Se-Sumatera (KOMPASS) yang diprogramkan oleh BPH KOMPASS dan setiap tahun dirayakan bersama sebagai Tradisi.

     Setelah pulang dari Bengkulu beberapa warga IMP SUMUT, bersama Abang Penos Belau (Mantan ketua Imapa Bengkulu juga pendiri ikatan Bengkulu) mengantarkan Abang siur, Alias Opung Banda Aceh ke kota studinya. Selain mengantarkan opung Siur, rombongan juga merencanakan harus lihat kilo Meter 0 Indonesia, Sabang; dan ikut Natal HIMPA Aceh. Untuk mewujudkan misi, rombongan langsung turun dari bus gas ke Sabang, satu hari disana dan besoknya tanggal 29 desember ikut Natal HIMAPA Aceh. Pagi tanggal 29 desember itu juga tidak merasa lelah rombongan memasuki Museum Tsunami Banda Aceh yang terjadi tahun 2004 lalu itu. Disana Apin Goo menangis ketika baca puisi ibu yang tersimpang di Museum Tsunami itu hahahhaahaha.
Ketika sore itula Penulis melihat seorang mahasiswa papua di Banda Aceh atas nama Agus Tebai asal kabupaten Dogiyai yang semangatnya luar biasa hingga pakai koteka sebelum berangkat dari asrama Unsya Banda Aceh. Agus siap berangkat memakai koteka ke tempat ibadah, tetapi beberapa teman-temannya menguruh dia buka koteka dan pakai baju sepanjang perjalanan dan dari gereja pakai koteka lagi; hal tersebut mengingat Banda Aceh adalah mayoritas Muslim sehingga menjaga pandangan warga Aceh.

     Setibanya di gereja Agus pakai koteka kembali dan ikut ibadah perayaan natal dari awal sampai akhir. Agus juga tampil drama dengan kawan-kawan lain dengan busana koteka yang lengkap. sampai ada beberapa orang salah persepsi negatif dan bertanya tanya " ini siapa yang pake koteka? ini bukan Papua? siapa yang suruh dia pake? dan lainnya". Ahh itu pakaian tradisi kita dan budaya kita, kita harus jaga dan memelihara, kita bisah salahkan adik laki-laki dia kecuali dia pake saat tidak ada acara dan dia jalan-jalan berkeliaran dijalan disana" Pintah Frans Amnam ketika mendengar pertanyaan-pertanyaan yang dibagun itu.

     Penulis secara pribadi sangat bangga dengan Agus tebai yang memakai koteka pada saat natal HIMAPA Aceh. Natal tahun 2017 pada saat perayaan natal IMP SUMUT penulis memutuskan untuk memakai koteka untuk mengikuti perayaan natal, tapi beberapa senior membatasi juga niat saya sehingga tidak jadi pakai koteka waktu itu. saya hanya bilang waktu itu semua jenis alat dan bahan tradisional Papua itu tidak usa pake kalau begitu. Itu hanya cerita.

     Mari kita jaga, merawat, memelihara dan mengembangkan adat dan budaya/tradisi yang hampir mau hilang ditengah gelombang dunia milenial ini.


Foto bersama rombongan kompass di kilo meter 0 Indonesia, Sabang.

Wednesday, 31 October 2018

Ibadah Perdana IMP SUMUT

Sesuai dengan program kerja pada bidang Kerohonian IMP SUMUT periode Ke-VII Tahun 2018/2019, yakni Ibadah perbulan; pada tanggal 31 Oktober 2018 IMP SUMUT telah mengadakan ibadah perdana. Ibadah perdana tersebut diadakan di Lantai 1 asrama putra USU pada pukul 19.00 - 10.00 WIB yang dihadiri oleh sebagaian keluarga besar IMP SUMUT tersebut.

Ibadah perdana tersebut dipimpin oleh kakak Monalisa Paulina Awantano sebagai Worship Leader (WL) dan Kakak Leriske Dimara sebagai Gitaris, serta Hamba-Nya yang membawa Firman Tuhan pada ibadah perdana adalah Bapak Evanjelis Bima Shaputra Sibarani yang melanjutkan S2 pada Sekolah Teologia Sumatera Utara (STSU) tersebut. Thema yang diambil pada ibadah perdana adalah " Datanglah Kerajaan-mu" dengan Sub Thema "Kamu adalah garam Dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang (Matius 5:13)".

Pokok Doa Ibadah perdana tersebut, yakni:
1. HUT GKI yang Ke-62 Tahun di Tanah Papua,
2. Panitia Pelaksana natal tahun 2018 di IMP SUMUT,
3. Perkuliahan keluarga besar IMP SUMUT, terutama bagi yang susun skripsi, PBL, PKL, Praktikum, UTS dan tugas lainnya,
4. Tutup bulan Doa Rosari,
5.Keluarga besar IMP SUMUT yang Ulang tahun pada bulan Oktober, dan
6. Kesehatan saudari Sesti

Setelah selesainya ibadah perdana IMP SUMUT tersebut, sampil menikmati snek yang disiapkan oleh panitia pelaksana ibadah perdana IMP SUMUT, lanjutkan lagi dengan merayakan ulang Tahun Skertaris 1 IMP SUMUT saudara Jerry Oliver Simunapendi dan saudari Ermentina Sorry sebagai anggota dibidang Dana dan Usaha. Yang masing-masing berusia yang ke-21 Tahun.
Akhirnya telah berlarut malam serta Tim pelaksana ibadah perdana pun membereskan ruangan, serta semua kelurga besar IMP SUMUT jalang pulang sambil bersalaman.

Harapan BPH IMP SUMUT Periode Ke-VII Tahun 2018/2019 tetap berjalan dengan lancar selama satu periode kedepan. Mari Kita Akan Selalu Melangkah Bersama. Tuhan Yesus Memberkati Kita semua. Koyaoo, Koha, Kosaa, Amolongo, Nimo, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea, Mufa, Walak, Foi moi, Wainambe, Nayaklak waaa.. waa.. waaa.. Terimakasih Banyak.

PANITIA PMB TAHUN 2019 BAYAR UANG MUKA SEWA TEMPAT

Foto bersama pemilik Tempat, sembahe bawa (dijamu dengan makanan)  Hari Senin,  3 juni 2019 Panitia PMB tahun 2019 berkunjung untuk memb...